ANALISIS SWOT DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING BISNIS DI HOTEL IBIS JAKARTA SLIPI

ibisTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan dan juga untuk mengetahui alternatif strategi yang dapat dipakai oleh perusahaan, dalam hal ini adalah Hotel Ibis Jakarta Slipi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Didalam analisis SWOT ini akan digunakan pendekatan secara kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang lain adalah dengan metode QSPM. Hasil analisa QSPM yang diperoleh, dapat diketahui unit bisnis Hotel Ibis Jakarta Slipi berada pada sel pertumbuhan selektif. Strategi yang paling cocok untuk diimplementasikan dalam upaya meningkatkan daya saing bisnis pada Hotel Ibis Jakarta Slipi adalah strategi I (Strategi Agresif Intensif) maksudnya strategi intensif yang masuk dalam penetapan strategi perusahaan ini meliputi strategi penetrasi pasar (market penetration), pengembangan pasar (market development), dan pengembangan produk (product development).

Kata Kunci : Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang

(Opportunity), Ancaman (Threats)

 

  1. LATAR BELAKANG

Hotel Ibis Jakarta Slipi merupakan salah satu jaringan Accor yang ada di Jakarta yang selalu mengacu pada kualitas pelayanan yang tinggi dan maksimal, manajemen tim yang diandalkan dan mempunyai komitmen yang baik. Manajemen Accor bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas yang menjadi kunci dalam mencapai kesuksesan berkompetisi, hotel ini berpeluang mendepankan diri dipasar domestik, ASEAN dan komersil. Oleh karena itu, perencanaan sales marketing perlu mengarah dan menjawab kebutuhan dari pasar domestik daripada memasarkan hotel ini dipasar luar negeri.

Dengan mengutamakan fasilitas yang tersedia dengan fasilitas pertemuan atau ruang rapat dan lokasi hotel yang sangat dekat dengan Jakarta Design Center, untuk itu hanya menempuh perjalanan 5 menit dari pusat bisnis/niaga maka hotel akan lebih dapat menarik pengunjung baik dari kelas bisnis maupun travel agen karena dekat dengan tempat wisata yang menawarkan barang-barang baik lokal maupun international dan juga dekat dengan bandara Soekarno-Hatta. Melalui penelitian ini akan dapat diketahui faktor external dan internal yang dapat sangat mempengaruhi pencapaian tujuan hotel ini agar tetap unggul dalam dunia persaingan bisnis jasa.

SWOT merupakan salah satu alat yang dapat dipakai untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan suatu perusahaan (hotel), khususnya pada bidang pemasaran. Analisis SWOT adalah analisis terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang/kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats) yang dimiliki dan dihadapi oleh perusahaan (hotel). Analisis SWOT timbul secara langsung atau tidak langsung karena adanya persaingan yang datang dari para pesaing yang memproduksi barang dan jasa yang sejenis. Hal ini membuat Hotel Ibis Jakarta Slipi harus menetapkan strategi untuk memenangkan persaingan atau paling tidak dapat bertahan hidup di pasar.

Persaingan yang semakin ketat dan tajam mengakibatkan Hotel Ibis Jakarta Slipi membutuhkan antisipasi yang tepat dan akurat sehingga hotel dapat memasarkan produknya di pasar, dan bahkan bila memungkinkan menjadi pemimpin pasar. Hotel Ibis Jakarta Slipi harus menjalankan semua operasinya secara efektif dan efesien tidak terkecuali di bidang pemasaran. Strategi perusahaan, khususnya strategi pemasaran merupakan langkah yang tepat yang harus ditempuh dan direalisasikan oleh setiap perusahaan yang ingin dapat bertahan di pasar. Sebagaimana telah diketahui bahwa usaha bersifat dinamis, yang penuh diwarnai dari waktu ke waktu dan adanya keterkaitan antar satu dengan yang lainnya.

Dalam perkembangannya saat ini analisis SWOT, tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran, melainkan banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan strategi bisnis (Business Strategic Planning) yang bertujuan untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan, serta semua perubahannya dalam menghadapi pesaing.

Berdasarkan keseluruhan penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa analisis SWOT sangatlah dibutuhkan dalam manajemen perusahaan antara lain sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran dalam perusahaan. Motivasi dilakukannya penelitian dengan menggunakan analisis SWOT karena adanya perubahan lingkungan dunia non perbankan yang semakin dinamis. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ANALISIS SWOT DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING BISNIS DI HOTEL IBIS JAKARTA SLIPI”.

  1. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka diidentifikasi beberapa masalah penelitian, yaitu :

  1. Kelemahan dan kekuatan apa yang dimiliki oleh Hotel Ibis Jakarta Slipi dalam persaingan bisnis dengan hotel lainnya?
  2. Apa saja yang menjadi ancaman dan peluang bisnis yang dihadapi oleh Hotel Ibis Jakarta Slipi di era globalisasi seperti saat ini?
  3. Apakah analisis SWOT berperan dalam meningkatkan daya saing pada Hotel Ibis Jakarta Slipi?

 

  • KAJIAN PUSTAKA
    1. Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengthsweaknessesopportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Menurut Albert Humphrey : Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru”. (History of SWOT Analysis, Tim Friesner, diakses tanggal 21 Januari 2010.)

  1. Strategi

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini didukung oleh pendapat Fitri Lukiastuti, “Strategi adalah rencana umum menyeluruh dari serangkaian tindakan utama yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan.” (Manajemen Strategik Dalam Organisasi, hal 20). Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.

Menurut Chandler, dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi selama 30 tahun terakhir. Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut :

  • Distinctive Competence

Tindakan yang dilakukan perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing dipandang sebagai perusahaan yang memiliki “Distinctive Competence”.  Distinctive Competence menjelaskan kemampuan spesifik suatu organisasi. “Menurut Day dan Wensley (1988), identifikasi distinctive competence dalam suatu organisasi meliputi keahlian tenaga kerja dan kemampuan sumber daya” (Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 5)

Dua faktor tersebut menyebabkan perusahaan ini dapat lebih unggul dibandingkan pesaingnya. Keahlian sumber daya manusia yang tinggi muncul dari kemampuan membentuk fungsi khusus yang lebih efektif dibandingkan dengan pesaingnya. Misalnya, menghasilkan produk yang kualitasnya lebih baik disbanding dengan produk pesaing dengan cara memahami secara detail keinginan konsumen, serta membuat program pemasaran yang lebih baik dari pada program pesaing.

Dengan memiliki kemampuan melakukan riset pemasaran yang lebih baik perusahaan dapat mengetahui secara tepat semua keinginan konsumen sehingga dapat menyusun strategi-strategi pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Semua kekuatan tersebut dapat diciptakan melalui penggunaan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti peralatan dan proses produksi yang canggih, penggunaan jaringan saluran distribusi yang cukup luas, penggunaan sumber bahan baku yang tinggi kualitasnya, dan pendiptaan brand image yang positif. Semua itu merupakan keungulan-keunggulan yang dapat diciptakan untuk memperoleh keuntungan dari pasar dan mengalahkan pesaing.

  • Competitive Advantage

Kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Keunggulan bersaing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan ntuk merebut peluang pasar. Menurut Porter, ada tiga strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperoleh keunggulan bersaing, yaitu Cost Leadership, Diferentation, Focus. (Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 6)

Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pesaingnya jika dapat memberikan harga jual yang lebih murah daripada yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai atau kualitas produk yang sama. Harga jual yang lebih rendah dapat dicapai oleh perusahaan tersebut karena memanfaatkan skala ekonomis, efisiensi produksi, penggunaan teknologi, kemudahan akses dengan bahan baku, dan sebagainya. Perusahaan juga dapat melakukan strategi diferensiasi dengan menciptakan persepsi terhadap nilai tertentu pada konsumennya. Selain itu, strategi fokus juga dapat diterapkan untuk memperoleh keunggulan bersaing sesuai dengan segmentasi dan pasar sasaran yang diharapkan.

  • Tipe-tipe Strategi

Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi, yaitu :

  1. Strategi Manajemen

Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. Misalnya strategi pengembangan produk, strategi penetapan harga, strategi akuisisi, strategi pengembangan pasar, strategi keuangan, dan sebagainya.

  1. Strategi Investasi

Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Misalnya, apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan, strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi, dan sebagainya

  1. Strategi Bisnis

Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya strategi pemasaran, stratgei produksi atau operasional, strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan.

(Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 6)

  1. Unsur-unsur Utama Pemasaran

Unsur-unsur utama pemasaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga unsur utama, yaitu :

  • Unsur Strategi Persaingan

Unsur strategi persaingan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

  1. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar adalah tindakan mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. Masing-masing segmen konsumen ini memiliki karakteristik, kebutuhan produk, dan bauran pemasaran sendiri.

  1. Targeting

Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.

  1. Positioning

Postioning adalah penetapan posisi pasar. Tujuan positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada dipasar kedalam benak konsumen.

  • Unsur Taktik Pemasaran

Terdapat dua unsur taktik pemasaran, yaitu :

  1. Diferensiasi, yang berkaitan dengan cara membangun strategi pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan. Kegiatan membangun strategi pemasaran inilah yang membedakan diferensiasi yang dilakukan suatu perusahaan dengan yang dilakukan perusahaan lain.
  2. Bauran Pemasaran, yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan mengenai produk, harga, promosi dan tempat.
  • Unsur Nilai Pemasaran

Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

  1. Merek atau brand, yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan. Sebaiknya perusahaan senantiasa berusaha meningkatkan brand equity-nya. Jika brand equity ini dapat dikelola dengan baik, perusahaan yang bersangkutan setidaknya mendapatkan dua hal. Pertama, para konsumen akan menerima nilai produknya. Mereka dapat measakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka. Kedua, perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek, yaitu peningkatan margin keuntungan, keunggulan bersaing, dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasarannya.
  2. Pelayanan atau service, yaitu nilai yang bekaitan dengan pemberian jasa pelayanan kepada konsumen. Kualitas pelayanan kepada konsumen ini perlu terus-menerus ditingkatkan.
  3. Proses, yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung.

(Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 49)

  • Ekuitas Merek (Brand Equity)

Cara Mengelola Ekuitas Merek (Brand Equity) ada lima, yaitu :

  1. Brand Loyalty

Dapat dikelola dengan cara, menciptakan tingkat pembelian kembali, menciptakan daya tarik kepada konsumen (perhatian dan melibatkan konsumen serta pelayanan secara terus menerus), memberikan respon terhadap pesaing yang mengancam, serta berusaha untuk mengoptimalkan biaya pemasaran.

  1. Brand Awareness

Dapat dikelola dengan cara mengingatkan secara terus menerus manfaat produk terhadap konsumen.

  1. Persepsi Mengenai Kualitas

Dapat dikelola dengan cara menerapkan strategi diferensiasi, strategi harga, melibatkan kelompok konsumen yang sama dan menjaga kualitas produk sehingga sesuai dengan harapan konsumen.

  1. Brand Associations

Dapat dikelola dengan cara menciptakan perasaan dan perilaku positif terhadap merek secara terus menerus.

  1. Brand Assets

Dapat dikelola dengan cara menciptakan keunggulan bersaing terhadap produk-produknya. (Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 50)

  1. OBJEK PENELITIAN
    1. Latar Belakang dan Sejarah Hotel Ibis Jakarta Slipi

 

Hotel Ibis Slipi mulai beroperasi pada tanggal 17 September 1994. Hotel Ibis Slipi adalah sebuah hotel bintang 3 bertaraf internasional serta chain hotel yang ada di Indonesia yang pengelolaannya menggunakan manajemen Accor Asia Pasific. Hotel Ibis Slipi terletak dilokasi yang strategis di wilayah Jakarta Barat, hanya 30 menit dari Bandara Soekarno-Hatta, 5 menit dari pusat lokasi bisnis, dekat dengan Jakarta Convention Center dan pusat perbelanjaan.

 

Visi

Visi Hotel Ibis Slipi adalah sukses bersama dan dinyatakan dalam tiga hal yang tak dapat terpisahkan yaitu :

  • Memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
  • Menjadi tempat bekerja terbaik bagi karyawan.
  • Memberikan “return on investment” yang baik bagi para pemegang saham.

Misi

Mengembangkan perusahaan dan karyawan yang berkualitas untuk menciptakan hubungan jangka panjang sekaligus menjadi mitra bagi para pelanggan

 

Tujuan

Terus berkembang dan menjadi yang terbaik dalam visi dan misi perusahaan.

Tata Nilai Serta Budaya Perusahaan

Kepada karyawan ditanamkan nilai serta budaya perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme di dalam bekerja. Sikap hormat kepada orang lain dan semangat tim yang dituangkan dalam lima nilai yang harus dihayati oleh seluruh karyawan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi karyawan-karyawan sebagai duta teladan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

  • Kepercayaan

Kepercayaan berarti mengambil pendekatan positif kepada masing-masing, sikap hormat satu sama lain, mendorong pendelegasian tugas, mengambil inisiatif, saling berbagi pengetahuaan, pelatihan dan saling memberikan informasi.

  • Tanggung jawab

Tanggung jawab berarti mengambil inisiatif dan berusaha untuk melakukan semua tujuan yang diberikan secara baik dan benar. Karyawan harus memiliki komitmen, benar dalam perkataan dan perbuatan, karena mengevaluasi bahwa kita mewakili departemen, brand hotel, dan grup kita.

  • Profesionalisme

Profesionalisme berarti bersikap positif dalam kontak-kontak sesama karyawan, berusaha untuk merebut hati pelanggan dengan memberikan prioritas kepada kebutuhan-kebutuhannya. Meningkatkan kualitas kerja melalui program pelatihan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab.

  • Transparansi

Kita memberikan informasi secara terbuka, menjelaskan, mendengarkan, berbicara dan bertindak dengan sederhana, jelas dan jujur dengan rasa hormat kepada orang lain dan lingkungannya.

  • Inovasi

Mengajukan perbaikan-perbaikan yang menguntungkan pelanggan, memerangi kelembaman dan rutinitas, mampu berimajinasi dan menerapkan berbagai perubahan serta mengetahui bagaimana menggunakan ide-ide yang bagus dari orang-orang.

  1. Lokasi Bisnis / Pusat Perbelanjaan :
  • Jakarta Design Center-100 m
  • Jakarta Convention Center-3 km
  • Mall Taman Anggrek-1,5 km
  • Senayan City-5 km
  • Central Business District Area-1,5 km
  • Senayan Sport Center-3 km
    1. Makanan dan Minuman :
  • Restoran La Table; Konsep prasmanan dan “Aneka Sup & Salad” khusus hidangkan Kontinental & Asia (kapasitas untuk 96 kursi)
  • Restoran Le Bistro; Konsep “Braserrie” menghidangkan menu international (kapasitas untuk 74 kursi)
  • Bar Onyx; Bar musik dengan lounge yang menyajikan live music dari senin sampai jum’at (kapasitas untuk 78 kursi)
  • BBQ Terrace; Aneka hidangan barbekyu diruang terbuka untuk santap malam mulai senin sampai sabtu.
    1. Akomodasi :

335 kamar standard; 3 suite; AC & dilengkapi dengan fasilitas modern; Koneksi Internet.

  1. Fasilitas :

Bisnis Center; Toko Serba Aneka; Toko Kue Kayu Manis; Layanan Taksi; Wi-fi di tempat umum; Layanan Binatu dan Cuci Kering; Layanan Kamar; Area Parkir Berkapasitas 130 kendaraan; Olahraga & Rekreasi : Kolam renang terbuka serta pusat kebugaran dengan fasilitas sauna dan pijat tradisional.

  1. Ruang Pertemuan :

Tabel 1. Ruang Pertemuan

Ruang Rapat Kapasitas Ruang Pertemuan
Class Room Theatre U-Shape Board Room Banquet Standing
Merapi 15 35 15 15 10 30
Semeru 21 50 18 15 15 40
Bromo 15 35 15 15 10 30
Rinjani 40 75 36 25 100
Muria 24 50 18 15 15 40
Tambora 15 30 15 15 10 30
Kerinci 30 40 25 20 60
Krakatau 120 250 60 120 500

 

  • Metode Penelitian

 

  1. Variabel Penelitian

Karena sifat penelitian ini adalah eksploratif, maka penelitian ini berusaha menjajaki sesuatu yang belum dikenal atau sifat penelitian ini bertujuan untuk menemukan problematik-problematik baru, sehingga dalam penelitian ini mempunyai ruang lingkup kajian sebagaimana identifikasi masalah yang telah dikemukakan sebelumnya untuk dicarikan solusinya dalam beberapa variable berikut ini :

  • Adapun yang dimaksud dengan analisis SWOT dalam penelitian ini adalah model analisis antara kekuatan, kelemahan dengan peluang dan ancaman dalam meningkatkan daya saing bisnis jasa pada Hotel Ibis Jakarta Slipi.
  • Hotel Ibis Jakarta Slipi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hotel bintang tiga bertaraf internasional yang berlokasi di Jakarta Barat, yang kemudian dijadikan sebagai sampel lokasi penelitian.
  1. Teknik Pengambilan Sampel dan Responden Penelitian

Tahap pemilihan sampel adalah bagian terpenting dalam proses pengumpulan data primer. Oleh sebab itu, untuk menjamin bahwa informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan populasi yang dikehendaki, maka perlu dilakukan pemilihan responden penelitian secara tepat. Studi ini mengarah pada penggunaan teknik sampling non-probability, hal ini dilakukan karena prosedur pengambilan sampel non-probalita ini memenuhi tujuan pengambilan sampel secara memuaskan disamping menghemat biaya dan waktu.

Adapun jenis yang digunakan adalah purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan), dimana sampel tersebut dipilih berdasarkan kriteria tertentu (judment sampling) yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh seorang peneliti (Metodologi Penelitian, hal 271). Kriteria yang ditetapkan peneliti dalam studi ini adalah adanya pertimbangan terhadap pihak-pihak yang mengelola dan bertanggung jawab langsung terhadap karakteristik dan citra (image) hotel, yaitu manajemen Hotel Ibis Jakarta Slipi. Selain itu, apabila ditinjau dari sisi keterlibatan pelaku bisnis, baik pimpinan maupun staff perusahaan maka tidak semua pihak dalam penelitian ini mempunyai kesempatan yang sama sebagai responden.

Selanjutnya ditetapkan beberapa responden yang meliputi unsur perusahaan, antara lain pimpinan dan staff departemen pemasaran yang secara total terdiri dari 10 responden. Dengan demikian responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang.

  • Metode Pengumpulan Data

 

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.  Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi kepustakaan, observasi, dan wawancara (in depth interview)

  • Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Metode Analisis Deskriptif

Metode analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dimiliki oleh Hotel Ibis Jakarta Slipi.

  1. Matriks SWOT

Matriks SWOT merupakan alat yang dipakai untuk mengukur faktor-faktor strategi perusahaan. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat sel kemungkinan alternatif strategi.

Tabel 2. Matriks SWOT

  StrengthTentukan 5 Faktor Kekuatan Inetrnal WeaknessTentukan 5 Faktor Kelemahan Internal
OpportunitiesTentukan 5 Faktor Peluang Eksternal
ThreatsTentukan 5 Faktor

Ancaman Eksternal

(Sumber: Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, hal 31)

  • Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

  • Strategi ST

Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

  • Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang dimiliki.

  • Strategi WT

Strategi ini berdasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

  1. Metode QSPM

 

QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix) merupakan teknik yang secara objektif dapat menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Sebagai suatu teknik, QSPM memerlukan intuisi yang baik dalam penilaian. Metode ini adalah alat yang dirokemandasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara objektif, berdasarkan faktor kunci kesuksesan internal-eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Secara konseptual, tujuan metode ini adalah untuk menetapkan kemenarikan relatif dari strategi-strategi yang bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. Bentuk dasar dari QSPM adalah sebagai berikut :

Tabel 3. QSPM

Faktor Utama Strategi Alternatif
Bobot Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
Faktor Internal :5 Faktor Strenghts and Weaknesses
Faktor Utama Strategi Alternatif
Bobot Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
Faktor Eksternal :5 Faktor Opportunities and Threats

(Sumber: Jurnal Penelitian Vinsensius Widdy Tri Prasetyo-Balanced Scorecard Sebagai Aplikasi Dalam Perencanaan Strategi Perguruan Tinggi)

 

Kolom sebelah kiri dari QSPM terdiri dari faktor kunci kesuksesan yang dihasilkan dari metode IFE dan EFE yang didapat dari tahap input. Barisan atas terdiri dari alternative strategi yang dapat direkomendasikan, hasil pemilihan penggunaan dari metode SWOT, metode SPACE, metode Grand Strategy, metode IE, dan metode BCG yang 6 direkomendasikan pada tahapan pencocokan. Kolom weight adalah bobot ketertarikan yang diterima oleh masing-masing faktor dalam metode IFE dan EFE.

  1. PEMBAHASAN
    1. Profil Responden

Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 10 orang staff dan pimpinan di departemen pemasaran sebagai responden secara sampling non-probability di Hotel Ibis Jakarta Slipi. Adapun jenis yang digunakan adalah purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan), dimana sampel tersebut dipilih berdasarkan kriteria tertentu (judment sampling) yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh peneliti. Dari 10 orang responden yang diteliti, yaitu staff dan pimpinan departemen pemasaran di Hotel Ibis Jakarta Slipi diperoleh profil responden sebagai berikut :

  1. Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.

Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah %
Laki – lakiPerempuan 3 orang7 orang 3070
Total 10 orang 100

            Sumber     : Data Kuesioner-Bayu Ramadian C 2011

Berdasarkan profil responden pada tabel 4, dapat disimpulkan bahwa responden yang berjenis kelamin perempuan lebih dominan sebanyak 7 orang dari pada yang berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 3 orang responden. Hal ini dikarenakan staff dan pimpinan di departemen pemasaran Hotel Ibis Jakarta Slipi mayoritas berjenis kelamin perempuan.

  1. Berdasarkan Jabatan

 

Tabel 5.

Profil Responden Berdasarkan Jabatan

Jabatan Jumlah %
BasicSupervisor

Junior Manager

Senior Manager

2 orang2 orang

4 orang

2 orang

2020

40

20

Total 10 orang 100

                 

Berdasarkan profil responden pada tabel 5, dapat disimpulkan bahwa karyawan pada level junior manager memiliki jumlah paling dominan dan memiliki peran yang sangat besar dalam mencapai  tujuan perusahaan di Hotel Ibis Jakarta Slipi.

  1. External Strategic Factor Analysis Summary (EFAS)

Berikut ini akan dilihat peluang dan ancaman dalam upaya meningkatkan daya saing bisnis pada Hotel Ibis Jakarta Slipi. Faktor pertama yang dilihat adalah External Strategic Factor Analysis Summary (EFAS).

Tabel 6.

MATRIKS EFAS

Peluang Hotel Ibis Jakarta Slipi
No Pernyataan Bobot Rating Skor Komentar
1 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis dari perusahaan penerbangan 0.05 4 0.2 Target potensial
2 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis MICE dari kegiatan Jakarta Convention Center 0.1 4 0.4 Reguler event potensial
3 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis kegiatan nasional dan internasional 0.1 3 0.3 Pengembangan area pasar sasaran
4 Pencitraan yang baik di dunia internasional 0.15 3 0.45 Kualitas = kunci sukses
5 Dua gedung kantor baru yang akan beroperasi di area berpotensi untuk mendapatkan klien baru dan peluang bisnis yang baru 0.1 2 0.2 Pengembangan area pasar sasaran
Total Peluang 1.55
Ancaman Hotel Ibis Jakarta Slipi
No Pernyataan Bobot Rating Skor Komentar
1 Hotel accor baru yang akan dibuka dengan tingkat bintang dan fasilitas yang lebih tinggi 0.1 -2 -0.2 Terposisi dengan baik
2 Para pesaing terbanyak yang dihadapi adalah hotel bintang empat 0.1 -1 -0.1 Terposisi dengan baik
3 Pesaing langsung yang merenovasi kamar mereka dan menambahkan beberapa fasilitas bagi para tamunya 0.05 -2 -0.1 Pencitraan merek
4 Kehilangan bisnis dengan pemerintah karena terlalu tingginya permintaan komisi bagi para penyelenggara acaranya 0.1 -2 -0.2 Kurang kuatnya kemampuan negosiasi
5 Paket meeting yang lebih menarik dan murah yang ditawarkan oleh para pesaing 0.15 -2 -0.3 Strategi pengembangan inovasi produk
Total Ancaman -0.9
Grand Total 1 0.65

Catatan :

Bobot                     Keterangan                           Rating                    Keterangan

0,20                       sangat Kuat                              4                          Major Strenght

0,15                       di atas rata-rata                       3                          Minor Strenght

0,10                       rata-rata                                                    2                          Minor Weakness

0,05                       di bawah rata-rata                  1                          Major Weakness

Berdasarkan nilai yang dicapai berarti manajemen hotel sudah mempunyai strategi yang kuat dalam memanfaatkan peluang yang ada. Dan jika dilihat dari indikasi faktor peluang, maka dapat dijelaskan seberapa jauh faktor tersebut berpengaruh EFAS dalam meningkatkan daya saing bisnis Hotel Ibis Jakarta Slipi, yaitu :

  1. Hotel Ibis Jakarta Slipi memiliki target potensial yang dapat menambahkan target bisnis dari perusahaan penerbangan. Hal ini dikarenakan seiring dengan meningkatnya mobilitas bisnis perusahaan penerbangan yang akan berdampak positif terhadap bisnis jasa Hotel Ibis Jakarta Slipi.
  2. Reguler event yang selalu diadakan di Jakarta Convention Center merupakan target potensial bagi Hotel Ibis Jakarta Slipi, karena dengan diselenggarakannya beberapa event yang ada di Jakarta Convention Center menjadikan Hotel Ibis Jakarta Slipi sebagai pilihan akomodasi yang tepat bagi pihak penyelenggara event maupun bagi para peserta event tersebut.
  3. Event nasional dan internasional yang diselenggarakan di Jakarta menjadi peluang bisnis bagi Hotel Ibis Jakarta Slipi dalam mengembangkan pasar sasarannya, sehingga dapat menambah klien baru yang berpotensial.
  4. Kualitas pelayanan dan produk yang baik yang dimiliki oleh Hotel Ibis Jakarta Slipi menjadi kunci sukses dalam pencitraan yang baik di dunia internasional, hal ini dapat meningkatkan daya saing bisnis Hotel Ibis Jakarta Slipi.
  5. Dengan dibangunnya dua gedung perkantoran yang baru di area bisnis Jakarta, hal ini akan menjadi peluang bisnis baru dan menambah klien baru bagi Hotel Ibis Jakarta Slipi.

Dalam matrik EFAS selain peluang juga ada beberapa faktor ancaman yang apabila tidak ditangani akan mengganggu stabilitas perkembangan bisnis jasa Hotel Ibis Jakarta Slipi. Faktor-faktor tersebut, yaitu :

  1. Sister Hotel dengan tingkat bintang dan fasilitas yang lebih tinggi menjadi ancaman bagi Hotel Ibis Jakarta Slipi untuk mempertahankan klien tetapnya, walaupun demikian Hotel Ibis Jakarta Slipi memiliki penawaran harga yang lebih murah dibandingkan Hotel Accor dengan tingkat bintang yang lebih tinggi, dengan begitu Hotel Ibis Jakarta Slipi memiliki posisi yang baik untuk mempertahankan segmentasi budget hotel dalam pangsa pasar domestik.
  2. Pesaing terbanyak Hotel Ibis Jakarta Slipi adalah hotel berbintang empat, walaupun demikian Hotel Ibis Jakarta Slipi memiliki penawaran harga yang kompetitif dan paket-paket yang menarik sehingga klien akan tetap memilih Hotel Ibis Jakarta Slipi sebagai pilihan yang tepat.
  3. Renovasi dan inovasi yang dilakukan oleh para pesaing menjadi ancaman bagi Hotel Ibis Jakarta Slipi, oleh sebab itu Hotel Ibis Jakarta Slipi tetap fokus pada pembentukan citra yang baik di masyarakat sehingga dapat menjaga stabilitas hotel dalam persaingan bisnis jasa (hospitality).
  4. Tingginya permintaan komisi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara atau panitia dari pemerintah menyebabkan Hotel Ibis Jakarta Slipi dapat kehilangan peluang bisnisnya karena mark up harga yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, manajemen hotel meningkatkan kemampuan negosiasi bagi para sales manager dalam menangani permintaan komisi yang terlalu tinggi tersebut dengan penawaran-penawaran yang lebih menarik.
  5. Seiring perkembangan lingkungan yang dinamis membuat para pesaing melakukan inovasi produk yang lebih menarik bagi para tamu, hal ini menjadi faktor penetapan strategi perusahaan untuk mengembangkan produk hotel dalam mengatasi persaingan bisnis jasa
  1. Matriks Faktor Strategi Internal

Tabel 7.

MATRIKS IFAS

Kekuatan Hotel Ibis Jakarta Slipi
No Pernyataan Bobot Rating Skor Komentar
1 Lokasi yang strategis 0.15 3 0.45 Peluang bisnis
2 Dekat dengan bandara soekarno-hatta dan area bisnis 0.1 3 0.3 Peluang bisnis
3 Kamar yang direnovasi dengan tipe minimalis 0.1 3 0.3 Peningkatan fasilitas
4 Internasional chain hotel di Indonesia 0.2 3 0.6 Terposisi dengan baik
5 Hotel bintang tiga dengan fasilitas bintang empat 0.05 3 0.15 Brand image
Total Kekuatan 1.8
Kelemahan Hotel Ibis Jakarta Slipi
No Pernyataan Bobot Rating Skor Komentar
1 Ukuran kamar yang kecil 0.05 -1 -0.05 Akomodasi yang kurang maksimal
2 Terbatasnya ruang pertemuan dan lahan parkir 0.05 -1 -0.05 Lemahnya daya tampung tamu
3 Peralatan ruang pertemuan dengan standar lama 0.1 -1 -0.1 Pembaharuan terhadap peralatan
4 Kawasan macet dalam waktu tertentu 0.1 -1 -0.1 Keadaan yang menghambat mobilitas tamu hotel
5 Terdapat empat pilar dalam ruangan pertemuan yang membatasi susunan ruang pertemuan dan ketinggian ruang pertemuan yang pendek 0.1 -2 -0.2 Kurang maksimal dalam penataan ruangan
Total Kelemahan -0.5
Grand Total 1 1.3

Catatan :

Bobot              Keterangan                  Rating             Keterangan

0,20                sangat Kuat                     4                  Major Strenght

0,15                di atas rata-rata               3                  Minor Strenght

0,10                rata-rata                           2                  Minor Weakness

0,05                di bawah rata-rata           1                  Major Weakness

 

Dilihat dari indikasi faktor kekuatan maka dapat diketahui seberapa jauh faktor tersebut berpengaruh dalam IFAS untuk meningkatkan daya saing bisnis Hotel Ibis Jakarta Slipi, yaitu :

  1. Hotel Ibis Jakarta Slipi memiliki lokasi yang strategis yang membuat hotel ini memiliki peluang bisnis dan pangsa pasar yang luas.
  2. Lokasi hotel yang dekat dengan bandara Soekarno-Hatta membuat hotel memiliki potensi menjadi pilihan akomodasi paling tepat bagi para tamu domestik maupun manca negara.
  3. Bentuk kamar yang direnovasi dengan tipe minimalis menjadikan daya tarik tersendiri dalam penyajian akomodasi terbaik bagi tamu yang akan menginap di Hotel Ibis Jakarta Slipi.
  4. Hotel Ibis Jakarta Slipi merupakan internasional chain hotel di Indonesia yang pengelolaannya diatur oleh accor group asia pasifik. Manajemen Accor bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas yang menjadi kunci dalam mencapai kesuksesan berkompetisi, hotel ini berpeluang mendepankan diri dipasar domestik, ASEAN dan komersil.
  5. Hotel Ibis Jakarta Slipi adala hotel bintang tiga dengan fasilitas yang setara dengan hotel bintang empat. Faktor inilah yang menjadi kekuatan Hotel Ibis Jakarta Slipi dalam persaingan bisnis jasa dengan menerapkan harga yang kompetitif dan penawaran paket-paket yang lebih menarik.

Dalam matrik IFAS selain kekuatan juga ada beberapa indikasi kelemahan yang harus diperbaiki dalam upaya meingkatkan daya saing bisnis. Adapun indikasi yang dimaksud, yaitu :

  1. Ukuran kamar yang kecil menjadi kelemahan Hotel Ibis Jakarta Slipi dalam upaya memaksimalkan akomodasi bagi para tamu.
  2. Terbatasnya ruang pertemuan dan lahan parkir di Hotel Ibis Jakarta Slipi, menjadi hambatan bagi hotel untuk menyelenggarakan atau mengakomodir event dalam skala yang besar. Hal ini juga membatasi pendapatan hotel yang harus disesuaikan dengan target kapasitas yang dimiliki Hotel Ibis Jakarta Slipi.
  3. Perubahan lingkungan yang semakin dinamis dan seiiring dengan perkembangan era globalisasi menjadikan peralatan ruang pertemuan dengan standar lama yang dimiliki Hotel Ibis Jakarta Slipi merupakan kelemahan. Oleh karena itu perlu ada pembaharuan terhadap peralatan yang digunakan dan disesuaikan dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan para tamu.
  4. Kawasan macet merupakan faktor yang menjadi bahan pertimbangan suatu perusahaan/organisasi swasta maupun negara dalam menyelenggarakan event, karena kawasan macet merupakan hambatan yang membuat para tamu sulit menjalankan aktifitasnya secara baik.
  5. Terdapat empat pilar dalam ruangan pertemuan yang membatasi susunan ruang pertemuan dan ketinggian ruang pertemuan yang pendek, faktor ini menjadikan kurang maksimalnya dalam penyusunan tata ruang pertemuan bagi para tamu.
    1. Strategi Meningkatkan Daya Saing Bisnis Pada Hotel Ibis Jakarta Slipi

Tabel 8.

Matrik SWOT

  Strength :

  1. Lokasi yang strategis
  2. Dekat dengan bandara Soekarno-Hatta dan area bisnis
  3. Kamar yang direnovasi dengan tipe minimalis
  4. International Chain Hotel di Indonesia
  5. Hotel bintang tiga dengan fasilitas hotel bintang empat
Weakness :

  1. Ukuran kamar yang kecil
  2. Terbatasnya ruang pertemuan dan lahan parkir
  3. Peralatan ruang pertemuan dengan standar yang lama
  4. Kawasan macet dalam waktu tertentu
  5. Terdapat empat pilar dalam ruangan pertemuan yang membatasi susunan ruang pertemuan dan ketinggian ruang pertemuan yang pendek
Opportunities :

  1. Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis dari perusahaan penerbangan
  2. Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis MICE dari Jakarta Convention center
  3. Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis dari kegiatan nasional maupun internasional
  4. Pencitraan yang baik di dunia internasional
  5. Dua gedung baru yang akan beroperasi di area berpotensi untuk mendapatkan klien baru dan peluang bisnis yang baru
(SO) 

  1. Mengunjungi beberapa perusahaan penerbangan, travel agen, kantor pemerintahan dan perusahaan lainnya (sales call).
  2. Kerjasama dengan Bank dan media elektronik seperti radio dan televisi.
  3. Mengikuti pameran-pameran yang berhubungan dengan perhotelan.
  4. Membangun kerja sama yang baik dengan manajer Public Relation atau wakilnya untuk mengembangkan hubungan baik antara pihak hotel dan masyarakat, serta untuk memperoleh liputan/ulasan media secara maksimum mengenai aktivitas-aktivitas di dalam hotel yang dapat menarik pelanggan, baik domestik maupun internasional.
  5. Menyiapkan dan melaksanakan promosi regular secara langsung yang dapat mengundang perhatian lokal untuk mau menggunakan fasilitas hotel, mengumumkan acara special, menawarkan fasilitas kartu kredit, dan sebagainya.
(WO) 

  1. Menawarkan paket harga corporate rate untuk pemesanan kamar dengan jumlah >10 kamar.
  2. Menyediakan pelayanan after-sales dan khususnya menjamin semua pengaduan dari pelanggan untuk ditindak lanjuti secara serius dan didiskusikan oleh masing-masing departemen.
  3. Telemarketing ke beberapa perusahaan yang baru.
  4. Memperbaharui peralatan ruang pertemuan, serta melengkapi kebutuhan reguler event sesuai dengan permintaan tamu (guest request).
  5. Optimalisasi promosi “Ragu? Rugi”, untuk meningkatkan jumlah tamu FIT (non group) melalui promosi di internet.

 

Threats :

  1. Hotel Accor baru yang akan dibuka dengan tingkatan bintang dan fasilitas yang lebih tinggi
  2. Para pesaing terbanyak yang dihadapi adalah hotel bintang empat
  3. Pesaing langsung yang merenovasi kamar mereka dan menambahkan beberapa fasilitas bagi para tamunya
  4. Kehilangan peluang bisnis dengan pemerintah karena terlalu tingginya permintaan komisi bagi para penyelenggara acara
  5. Paket meeting yang lebih menarik dan mrah yang ditawarkan oleh para pesaing
(ST) 

  1. Mempertahankan posisi segmentasi pasar budget
  2. Meningkatkan kemampuan negosiasi sales manager dalam upaya kerjasama bisnis.
  3. Menempatkan posisi sebagai hotel lokal bukan hanya untuk pasar asing.
  4. Penetapan harga yang harus mencerminkan kemampuan pasar domestik Indonesia.
  5. Menawarkan paket meeting yang lebih kompetitif dan menarik.

 

(WT) 

  1. Menjaga hubungan erat dengan perusahaan penerbangan, agen pariwisata, klub swasta, rekan seprofessional dan sebagainya guna memperoleh bisnis baru untuk hotel.
  2. Mengamati dengan detail tentang masalah yang berhubungan dengan persaingan (lokasi, harga, pelayanan yg ditawarkan secara teratur-triwulan atau lebih sering jika perlu).
  3. Tetap berkomunikasi dengan klien lama, yaitu klien yang sudah ada saat itu dan klien yang akan masuk (potensial) dengan tujuan menjalin kerja sama atau kontrak dengan mereka, terutama kontrak yang menguntungkan.
  4. Mengunjungi setiap hotel pesaing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk baru ataupun promosi yang dilakukan.
  5. Mengadakan jamuan makan dengan beberapa klien yang sudah lama menjadi rekanan dengan Hotel Ibis Slipi.

Pertimbangan khusus atas serangkaian faktor yang akan menjadi kunci dalam menentukan strategi yang harus dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing bisnis. Departemen Pemasaran Hotel Ibis Jakarta Slipi sebagai penentu untuk menetapkan strategi pemasaran

  1. Strategi Strenghts-Opportunities (SO)
  1. Mengunjungi beberapa perusahaan penerbangan, travel agen, kantor pemerintahan dan perusahaan lainnya (sales call).
  2. Kerjasama dengan Bank dan media elektronik seperti radio dan televisi.
  3. Mengikuti pameran-pameran yang berhubungan dengan perhotelan.
  4. Membangun kerja sama yang baik dengan manajer Public Relation atau wakilnya untuk mengembangkan hubungan baik antara pihak hotel dan masyarakat, serta untuk memperoleh liputan/ulasan media secara maksimum mengenai aktivitas-aktivitas di dalam hotel yang dapat menarik pelanggan, baik domestik maupun internasional.
  5. Menyiapkan dan melaksanakan promosi regular secara langsung yang dapat mengundang perhatian lokal untuk mau menggunakan fasilitas hotel, mengumumkan acara special, menawarkan fasilitas kartu kredit, dan sebagainya.
  1. Strategi Strenghts-Threats (ST)
  1. Mempertahankan posisi segmentasi pasar budget
  2. Meningkatkan kemampuan negosiasi sales manager dalam upaya kerjasama bisnis.
  3. Menempatkan posisi sebagai hotel lokal bukan hanya untuk pasar asing.
  4. Penetapan harga yang harus mencerminkan kemampuan pasar domestik Indonesia.
  5. Menawarkan paket meeting yang lebih kompetitif dan menarik.
  1. Strategi Weakness-Opportunities (WO)
  1. Menawarkan paket harga corporate rate untuk pemesanan kamar dengan jumlah >10 kamar.
  2. Menyediakan pelayanan after-sales dan khususnya menjamin semua pengaduan dari pelanggan untuk ditindak lanjuti secara serius dan didiskusikan oleh masing-masing departemen.
  3. Telemarketing ke beberapa perusahaan yang baru.
  4. Memperbaharui sarana dan prasarana ruang pertemuan, serta melengkapi kebutuhan reguler event sesuai dengan permintaan tamu (guest request).
  5. Optimalisasi promosi “Ragu? Rugi”, untuk meningkatkan jumlah tamu FIT (non group) melalui promosi di internet.
  1. Strategi Weakness-Threats (WT)
  1. Menjaga hubungan erat dengan perusahaan penerbangan, agen pariwisata, klub swasta, rekan se-professional dan sebagainya guna memperoleh bisnis baru untuk hotel.
  2. Mengamati dengan detail tentang masalah yang berhubungan dengan persaingan (lokasi, harga, pelayanan yg ditawarkan secara teratur-triwulan atau lebih sering jika perlu).
  3. Tetap berkomunikasi dengan klien lama, klien yang ada saat itu dan klien yang akan masuk (potensial) dengan tujuan menjalin kerja sama atau kontrak dengan mereka, terutama kontrak yang menguntungkan.
  4. Mengunjungi setiap hotel pesaing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk ataupun promosi yang dilakukan.
  5. Mengadakan jamuan makan dengan beberapa klien yang sudah lama menjadi rekanan dengan Hotel Ibis Slipi.
  1. Pengambilan Keputusan

Tabel 9. QSPM

Faktor Utama Bobot Strategi Alternatif
Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
AS TAS AS TAS AS TAS
No Kekuatan              
1 Lokasi yang strategis 0.15 4 0.6 4 0.6 4 0.6
2 Dekat dengan bandara soekarno-hatta dan area bisnis 0.1 3 0.3 2 0.2 3 0.3
3 Kamar yang direnovasi dengan tipe minimalis 0.1 3 0.3 3 0.3 3 0.3
4 Internasional chain hotel di Indonesia 0.2 3 0.6 2 0.4 2 0.4
5 Hotel bintang tiga dengan fasilitas bintang empat 0.05 3 0.15 2 0.1 2 0.1
No Kelemahan              
1 Ukuran kamar yang kecil 0.05 1 0.05 2 0.1 1 0.05
2 Terbatasnya ruang pertemuan dan lahan parkir 0.05 3 0.15 3 0.15 3 0.15
3 Peralatan ruang pertemuan dengan standar lama 0.1 1 0.1 2 0.2 1 0.1
4 Kawasan macet dalam waktu tertentu 0.1 1 0.1 1 0.1 1 0.1
5 Terdapat empat pilar dalam ruangan pertemuan yang membatasi susunan ruang pertemuan dan ketinggian ruang pertemuan yang pendek 0.1 2 0.2 1 0.1 2 0.2
Total 1            
No Peluang              
1 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis dari perusahaan penerbangan 0.05 4 0.2 3 0.15 3 0.15
2 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis MICE dari kegiatan Jakarta Convention Center 0.1 4 0.4 4 0.4 4 0.4
3 Berpotensi untuk mendapatkan peluang bisnis kegiatan nasional dan internasional 0.1 3 0.3 3 0.3 3 0.3
4 Pencitraan yang baik di dunia internasional 0.15 3 0.45 3 0.45 3 0.45
5 Dua gedung kantor baru yang akan beroperasi di area berpotensi untuk mendapatkan klien baru dan peluang bisnis yang baru 0.1 2 0.2 2 0.2 1 0.1
No Ancaman              
1 Hotel accor baru yang akan dibuka dengan tingkat bintang dan fasilitas yang lebih tinggi 0.1 2 0.2 2 0.2 2 0.2
2 Para pesaing terbanyak yang dihadapi adalah hotel bintang empat 0.1 1 0.1 2 0.2 1 0.1
3 Pesaing langsung yang merenovasi kamar mereka dan menambahkan beberapa fasilitas bagi para tamunya 0.05 2 0.1 2 0.1 2 0.1
4 Kehilangan bisnis dengan pemerintah karena terlalu tingginya permintaan komisi bagi para penyelenggara acaranya 0.1 3 0.3 2 0.2 2 0.2
5 Paket meeting yang lebih menarik dan murah yang ditawarkan oleh para pesaing 0.15 2 0.3 3 0.45 3 0.45
Total 1
Sum Total Attractiveness Score 5.1 4.9 4.75
Keterangan :
Strategi 1 (Intensif)
Strategi 2 (Integrasi)
Strategi 3 (Diversifikasi)

Dari tabel QSPM, diperoleh strategi alternatif dengan Total Attractiveness Score (TAS), yaitu: (1) Intensif (strategi I) = 5.1, (2) Integrasi(strategi II) = 4.9, (3) Diversifikasi(strategi III) = 4.75. Oleh karena itu, strategi yang paling cocok untuk diimplementasikan dalam upaya meningkatkan daya saing bisnis pada Hotel Ibis Jakarta Slipi adalah strategi I (Strategi Agresif Intensif) maksudnya strategi intensif yang masuk dalam penetapan strategi perusahaan ini meliputi strategi penetrasi pasar (market penetration), pengembangan pasar (market development), pengembangan produk (product development).

Dikatakan strategi intensif karena dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk yang dimiliki dengan penetapan strategi perusahaan, yaitu :

  1. Membangun kerja sama yang baik dengan manajer Public Relation atau wakil dari klien (personal, perusahaan penerbangan, travel agen, kantor pemerintahan dan perusahaan lainnya) untuk mengembangkan hubungan baik antara pihak hotel dan masyarakat, serta untuk memperoleh liputan/ulasan media secara maksimum mengenai aktivitas-aktivitas di dalam hotel yang dapat menarik perhatian pelanggan, baik domestik maupun internasional.
  2. Menyiapkan dan melaksanakan promosi regular secara langsung yang dapat mengundang perhatian lokal untuk mau menggunakan fasilitas hotel, mengumumkan acara special, menawarkan fasilitas kartu kredit, dan sebagainya.
  1. KESIMPULAN

Hotel Ibis Jakarta Slipi menetapkan strategi intensif, yaitu strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, serta pengembangan produk dalam upaya meningkatkan posisi persaingan bisnis. Saat ini Hotel Ibis Jakarta Slipi belum memanfaatkan peluang-peluang yang ada secara maksimal. Strategi yang diterapkan oleh Hotel Ibis Jakarta Slipi tidak hanya menggunakan strategi promosi dan personal prospect saja, tetapi juga melalui strategi lain seperti dengan cara membangun kerja sama yang baik dengan manajer Public Relation atau wakil dari klien (perusahaan penerbangan, travel agen, kantor pemerintahan dan perusahaan lainnya) untuk mengembangkan hubungan baik antara pihak hotel dan masyarakat, serta untuk memperoleh liputan/ulasan media secara maksimum mengenai aktivitas-aktivitas di dalam hotel yang dapat menarik perhatian pelanggan, baik domestik maupun internasional.

Hotel Ibis Jakarta Slipi juga harus menjaga hubungan erat dengan perusahaan penerbangan, agen pariwisata, klub swasta, rekan se-professional dan sebagainya guna memperoleh bisnis baru untuk hotel dengan harapan kedepan agar dapat memperoleh rasa kepercayaan (Trust) yang lebih pada klien maupun relasi bisnis.

DAFTAR PUSTAKA

 

Assauri, M.B.A., Sofjan, Prof. DR., “Manajemen Pemasaran”, Rajawali Pers, Jakarta, 2004.

Hunger, J. David, L. Wheelen, Thomas, ”Manajemen Strategis”, ANDI, Yogyakarta, 2003.

Lukiastuti Kurniawan, SE, MM., Fitri,”Manajemen Strategik Dalam Organisasi”, PT. Buku Kita, Jakarta, 2008.

Nazir Moh. Ph. D, ”Metode Penelitian”, Ghalia Indonesia, Yogyakarta, 2002.

Rangkuti, Freddy, “Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis”, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006.

Sugiyono, Prof. DR., “Memahami Penelitian Kualitatif”. CV. Alfabeta, Bandung, 2005.

Umar, Husein. “Strategic Management in Action”. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.

Widdy Tri Prasetyo, Vinsensius, Studi Teoritis pada Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mandala Madiun, “Balanced Scorecard Sebagai Aplikasi Dalam Perencanaan Strategi Perguruan Tinggi”, Fakultas Teknik Universitas Widya Mandala Madiun.

William J. Stanton, “Prinsip Pemasaran”, Alih Bahasa Wilhelmus W. Bokowatun, Erlangga, Jakarta, 1991, hlm. 5.

http://www.aguswibisono.com

http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,33,strategi-pemasaran