PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI KELURAHAN PONDOK CABE UDIK KOTA TANGERANG SELATAN

 

ABSTRAK

Penelitian ini mencoba mengidentifikasi beberapa potensi daya tarik wisata yang terdapat di kelurahan Pondok Cabe Udik di Tangerang Selatan, pandangan masyarakat terhadap perencanaan pariwisata, serta menentukan model perencanaan dan pengembangan pariwisata yang ideal. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai input dalam proses pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan metode action research. Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan, kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara secara deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diidentifikasi beberapa daya tarik wisata serta pandangan positif masyarakat terhadap perencanaan pariwisata. Adapun model perencanaan pariwisata yang disarankan dari penelitian ini adalah menggunakan konsep eco-cultural, yaitu konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan dan budaya.

Kata Kunci: Pariwisata, Eco-Cultural, Kelurahan, Perencanaan, dan Pengembangan

  1. 1.      PENDAHULUAN

Pariwisata merupakan sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian. Untuk dapat membuat menjadikan sektor ini berhasil, maka diperlukan kepandaian dalam mengelola aset pariwisata yang ada, baik aset berbentuk kekayaan alam dan budaya.

Menurut Bennet (1999) dalam studinya mengenai pro-poor tourism keberhasilan kepariwisataan bukan hanya top down tapi bottom up, artinya tidak menjadikan target utama menarik wisatawan asing untuk datang, tapi lebih untuk mengembangkan peluang usaha-usaha masyarakat didalammnya untuk berkembang dan maju baru kemudian bergerak keluar menarik orang luar untuk datang.

Kelurahan Pondok Cabe Udik merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di kecamatan Pamulang kota Tangerang Selatan. Kelurahan pondok Cabe Udik memiliki keunikan sebagai desa sub urban yang masih memiliki daya tarik wisata alam dengan suasana pedesaannya, kebudayaan masyarakatnya, dan beberapa fasilitas sekolah dan perguruan tinggi.

Dengan adanya potensi pariwisata tersebut, maka perlu dilakukan investigasi untuk mengeksplorasi, merencanakan, dan mengembangkan potensi wisata di kelurahan Pondok Cabe Udik dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan citra sebagai bagian dari Kota Tangerang Selatan. Pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dan satu langkah awal dalam menerapkan hal itu adalah dengan cara riset dan perencanaan (UN, 2003)

Marjuka (2008) memaparkan bahwa perencanaan merupakan suatu proses yang menetapkan visi strategis dari sebuah wilayah yang mencerminkan tujuan dan aspirasi masyarakat setempatdan pencapaian misi tersebut melalui pengelolaan lahan serta model pengembangan yang sesuai. Dalam proses perencanaan pengembangan pariwisata, perguruan tinggi, LSM dan pemerintah berperan sebagai dinamisator, fasilitator, dan motivator.

Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam perencanaan pariwisata adalah:

  1. Eksplorasi Lingkungan sumber daya pariwisata dan penentuan tujuan pengembangan pariwisata
  2. Analisis sumber daya pariwisata
  3. Perencanaan Produk Pariwisata (aktifitas, sarana dan prasarana, pengelolaan lingkungan, pembinaan masyarakat, promosi dan kerjasama)
  4. Implementasi Rencana detail produk wisata
  5. Monitoring dan Evaluasi

Dredge (2007) menyebutkan bahwa pemerintah lokal memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan perencanaan. Dredge juga menyebutkan perlunya memperhatikan para stakholder multi sektor yang terlibat didalamnya serta keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan pariwisata.

Berdasarkan analisis umum mengenai kondisi Kelurahan Pondok Cabe Udik dan peran pariwisata dalam generator perekonomian, maka yang menjadi permasalahan dan pertanyaan untuk dijawab pada penelitian ini adalah:

  1. Apa saja potensi-potensi daya tarik wisata utama yang mampu dikembangkan dari wilayah Kelurahan Pondok Cabe Udik?
  2. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap perencanaan dan pengembangan pariwisata?
  3. Apa model perencanaan dan pengembangan kepariwisataan yang ideal bagi kelurahan Pondok Cabe Udik?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, diharapkan dapat dihasilkan suatu rumusan yang dapat menjadi masukan dalam menentukan langkah pengembangan pariwisata kelurahan Pondok Cabe Udik selanjutnya.

  1. 2.         METODOLOGI

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan action research dimana semua pihak saling terlibat dari awal hingga akhir dalam proses perencanaan dan pengembangan pariwisata (Theerapuncharoen: 2008).  Action Research dalam penelitian ini meliputi tiga subyek penelitian, yaitu: masyarakat, peneliti, dan pemerintah daerah. Dimana tahap yang dilakukan mencakup:

  1. Kolaborasi, bekerjasama, dan mengkritisi
  2. Informasi, analisis, dan membuat prioritas
  3. Pemahamn, dan menadapatkan pengetahuan
  4. Aksi: perencanaan, implementasi, pengembangan dan manfaat

Proses penelitian ini menggunakan pola induktif analisis, yaitu dimulai dari deskripsi, analisis, dan penjelasan. Adapun variable Penelitian ini didefinisikan dengan menggunakan analisis SWOT yang mencakup:

  1. Atraksi wisata
  2. Amenities – akomodasi, usaha makan dan minum, pertunjukan, retail dan servis lain.
  3. Aksesibilitas – transportasi dan terminal
  4. Organisasi pendukung, seperti organisasi daerah dan pemerintah

Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Untuk kuesioner, dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama membahas karakter sosio-demografis dari responden, sedangkan bagian kedua membahas tentang persepsi masyarakat terhadap perencanaan parwisata, dan bagian ketiga pertanyaan terbuka membahas mengenai permasalahan pembangunan dan pengembangan daerah. Untuk bagian pertama menggunakan skala nominal, sedangkan untuk bagian kedua menggunakan skala likert. Wawancara dan diskusi juga dilakukan dengan pemimpin masyarakat dan pemerintah setempat.

Data yang didapatkan dari kesuluruhan proses penelitian dianalisis secara kuantitatif kemudian dipaparkan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dari proses perencanaan dan pengembangan daya tarik wisata pada penelitian ini.

  1. 3.               HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.       Data demografi dan Administratif

Kelurahan Pondok Cabe Udik merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan yang memiliki 8 kelurahan secara keseluruhan. Kelurahan Pondok Cabe  Udik sendiri memiliki 14 Rukun Warga dengan 64 Rukun Tetangga. Kelurahan Pondok Cabe Udik yang memiliki luas sebesar 5.142 Km2 memiliki kepadatan penduduk yang relatif lebih kecil dibanding dengan kelurahan lainnya. Dengan luas tersebut kepadatan penduduk di kelurahan Pondok Cabe Udik dengan jumlah penduduk sebanyak 20.202 jiwa adalah sekitar 3,93 per Km2.

Dalam penggunaan wilayah, mayoritas lahan yang digunakan masyarakat di wilayah kelurahan Pondok Cabe Udik digunakan sebagai pemukiman dan prasarana umum. Hal ini dikarenakan Pondok Cabe Udik memiliki lokasi yang berdekatan dengan ibu kota DKI Jakarta, menjadikan tempat yang menjadi pilihan masyarakat untuk tinggal didaerah tersebut.

Tabel 1. Luas Wilayah Menurut Penggunaannya

di Kelurahan Pondok Cabe Udik Pada Awal Tahun 2011

 

No Penggunaan Jumlah %
1 Pemukiman 358.25           0.70
2 Kuburan 4.20 0.01
3 Pertanian 8.25 0.02
4 Hutan - -
5 Perkantoran 5 0.01
6 Prasarana Umum 138.50 0.26
Total

 

514.2 100%

Sumber: Statistik Kecamatan Pamulang

Kelurahan Pondok Cabe Udik memiliki berbagai jenis macam usaha. Dari data statistik dapat dilihat usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat adalah berdagang baik dalam skala besar atau pun kecil. Selain itu, usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah menyediakan usaha makanan dan minuman.

Tabel 2. Jumlah Usaha Menurut Jenis Usaha/Kategori Usaha

di Kelurahan Pondok Cabe Udik Pada Awal Tahun 2011

 

No Jenis /Kategori Usaha Jumlah %
1 Industri Pengolahan 24 0.02
2 Listrik, Gas, Air 0 0
3 Konstruksi 1 0.00
4 Perdagangan Besar & Eceran 568 0.3
5 Penyediaan Makanan & Minuman 503 0.39
6 Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 152 0.11
7 Perantara Keuangan 1 0
8 Real Estate, Persewaan dan Jasa Perusahaan 52 0.036
9 Jasa Pendidikan 1 0
10 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1 0
11 Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan 127 0.088
12 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga 18 0.012
Total

 

1.448 100%

Sumber: Statistik Kecamatan Pamulang

3.2.         Kebijakan Pembangunan

Kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah menitik beratkan kepada tiga hal, yaitu sarana-prasarana, pendidikan, dan kesehatan. Terlihat dari program-program yang dijalankan sebagian besar adalah pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan, pengembangan puskesmas, dan perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan sarana umum.

Beberapa isu pembangunan yang akan dilakukan pemerintah ke depan berkaitan dengan aksesibilitas menuju kelurahan Pondok Cabe Udik, yaitu dengan menjadikan lapangan terbang yang berada di kelurahan Pondok Cabe Udik sebagai Bandar udara penerbangan Low Cost Carrier. Selain itu, akan dilakukan pemindahan terminal lebak bulus di kelurahan Pondok Cabe.

Untuk kebijakan pengembangan pariwisata dari pemerintah pusat belum tersosialisakikan kepada pemerintah level kelurahan. Adapun untuk kebijakan kepariwisataan pemerintah daerah Tangerang Selatan memiliki visi yaitu ‘Mewujudkan Masyarakat Tangerang Selatan yang Berbudaya dan Meningkatkan Sapta Pesona Untuk Sadar Wisata yang Indah dan Asri.’ Adapun misi dari Kota Tangerang Selatan adalah: (1) Meningkatkan Pengembangan Kota Tangerang Selatan (2)Menggali dan Mengembangkan Potensi dan Objek Wisata di Kota Tangerang Selatan (3) Melestarikan Seni dan Budaya (4) Memasarkan Seni dan Budaya dan objek wisata (5) Memfasilitasi  dan Mengembangkan Wisata Kuliner.

3.3.         Daya Tarik Pariwisata

Terdapat beberapa keunikan yang berasal dari kelurahan Pondok Cabe yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, termasuk daya tarik alam, budaya, religi, dan kuliner, diantaranya yang paling dominan adalah:

  1. Persawahan dan Perkebunan: Budi Daya Anggrek, Kamboja Pohon Pisang, Terong, Melon, Timun Suri, Jagung, dan Beras
  2. Kolam Pemancingan dan Budi daya Ikan air tawar: Gurame dan Ikan Mas
  3. Peternakan: Ayam Jago
  4. Rumah Peribadatan : Vihara Avalokitesvara, Lithang Bhakti, Mutiara Chendra Metta
  5. Wisata Kuliner : Dodol
  6. Pendidikan: Perguruan Tinggi/universitas

3.4.      Sarana Prasarana

Kelurahan Pondok Cabe Udik memiliki sarana dan prasarana yang dapat mendukung kegiatan pariwisata termasuk diantaranya keberadaan sarana kesehatan, transportasi, listrik, pos polisi, sarana keuangan, dan lingkungan.

  1. Infrastruktur

Fasilitas infrastruktur lainnya adalah adanya listrik PLN. Sedangkan sumber air yang ada bersumber dari Sumur/pompa dan air kemasan. Tidak ditemukannya sumber air dari Perusahaan Air Mineral (PAM) atau sungai/danau dan air hujan. Sarana keamanan yang terdapat di kelurahan Pondok Cabe Udik adalah pos polisi dengan anggota Linmas sebanyak 34 orang dan pos kamling sebanyak 10 buah.

Sarana infrastruktur pendukung adalah akses jalan yang sudah di aspal/beton dengan kondisi jalan yang baik dan dapat dilalui oleh kendraan roda empat. Dan transportasi umum yang digunakan penduduk kebanyakan adalah delma yang ada sebanyak 115 dan ojek sepeda motor sebanyak 413 unit. Tidak ditemukannya jenis angkutan umum berupa ojek sepeda atau delman/gerobak.

4. Pasar

Sarana perdagangan yang ada adalah adanya pasar modern pondok cabe yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Terdapat juga pasar-pasar yang sifatnya sementara ada pada waktu-waktu tertentu, misalnya saja pasar malam pondok cabe dan pasar festival ramadhan yang muncul pada saat masyarakat muslim menjalankan ibadah di bulan ramadhan.

  1. Hotel/Penginapan

Hanya terdapat 1 hotel/penginapan yang terdapat di kelurahan Pondok Cabe Udik. Selain itu, terdapat juga penyewaan kamar kost-kostan untuk para pelajar dan pekerja.

  1. Perbankan

Untuk fasilitas perbankan, kelurahan Pondok Cabe di lengkapi beberapa bank, seperti bank komersial uum, koperasi unit desan, dan kopersasi non unit desa.

7. Fasilitas Olah Raga

Pondok Cabe memiliki fasilitas olah raga yang cukup variatif, ditemukan terdapat sejumlah kelompok olah raga, diantaranya terdapat 4 sarana sepak bola, 13 sarana bola voli, 15 sarana bulu tangkis, 3 sarana bola basket, 1 sarana tenis lapangan, 3 sarana tenis meja dan 1 sarana karate/pencak silat.

  1. Sekolah

Terdapat 3 sekolah negeri dengan 48 guru dan 1,213 siswa dan 2 sekolah swasta dengan 94 guru dan 1,543 siswa.

  1. Sarana Kesehatan

Dikelurahan Pondok Cabe Udik terdapat 1 rumah sakit, 1 puskesmas pembantu, 2 poliklinik, 15 doketer praktek, dan 6 bidan praktek

3.5.      Pengelolaan Lingkungan

Dalam hal lingkungan hidup, Pondok Cabe dilengkai jenis tempat pembuangan sampah, dimana sampah ditaruh sementara ditempat pembuangan sampah sementara, untuk kemudian diangkut oleh pengangkut sampah milik pemerintah daerah, dan cara lain penanganan sampah adalah dengan memasukkannya didalam lubang untuk kemudian dibakar. Tidak ada sampah yang dibuang kedalam sungai atau lainnya. Di beberapa ara, terpasang pengumuman mengenai larangan membuang sampah dengan peraturan Pemerintah No.18 2008 untuk menjamin kebersihan lingkungan.

3.6.   Aspirasi Masyarakat

Untuk mengetahui aspirasi masyarakat dilakukan survey menggunakan teknik kuesioiner dan wawancara kepada masyarakat sekitar kelurahan Pondok Cabe Udik. Dari jumlah populasi 20,000 masyarakat di ambil sample sebanyak 194 orang. Dari hasil wawancara diketahui tercatat terdapat 50% responden laki-laki dan 50% perempuan. Dari wawancara yang dilakukan diketahui bahwa mayoritas responden berusia diatas 25 tahun. Separuh responden lahir di kelurahan Pondok Cabe dan separuh responden lainnya lahir diluar kelurahan Pondok Cabe. Sebagian besar responden beretnis Jawa dan sebagian besar berasal dari etnis lain. Sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta dan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Penghasilan yang dimiliki sebagaian besar berada dibawah Rp.1 juta. Mayoritas responden tinggal diatas lima tahun, sebagian lainnya tinggal antara 1-15 tahun. Sebagian besar responden memiliki pendidikan SMA, sebagian besar lainnya memiliki pendidikan minimal SMP dan SD.

Dalam hal pengetahuan dan interaksi dengan wisatawan, diketahui bahwa responden merasa tidak memiliki pengetahuan banyak tentang wisatawan, namun sebagian besar responden mengaku pernah berinteraksi dengan wisatawan. Sebagian besar juga menyatakan belum pernah melihat wisatawan di Kelurahan Pondok Cabe. Secara keseluruhan responden memiliki sikap yang positif mengenai keberadaan wisatawan.

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pandangan mengenai wisatawan masih memandang orang asing saja yang disebut sebagai wisatawan. Namun sikap positif responden terhadap wisatawan memberikan peluang untuk pengembangan potensi wisata di kelurahan Pondok Cabe.

Tabel. 3 Karakteristik Sosio-Demografis Responden

No. Variabel` N % of total sample
1 Jenis Kelamin
Laki-laki 96 49.50
Perempuan 98 50.50
2 Umur Responden
Dibawah 17 tahun 6 3.10
17-24 tahun 28 14.40
25-34 tahun 44 22.70
35-44 tahun 49 25.30
45-54 tahun 40 20.60
diatas 55 tahun 27 13.90
3 Tempat Lahir
Kel. Pondok Cabe Udik 97 50.00
Di luar Kel. Pondok Cabe Udik 96 49.50
4 Suku Bangsa
Jawa 73 37.60
Sunda 35 18.00
Melayu 21 10.80
Dayak 3 1.50
Bugis 3 1.50
Batak 4 2.10
Lainnya 55 28.40
5 Status Pernikahan
Tidak Menikah 44 22.70
Menikah 141 72.70
Janda/Duda 7 3.60
6 Pendidikan
S2/S3 1 0.50
S1 14 7.20
Diploma 8 4.10
SMA 71 36.60
SMP 58 29.90
SD 39 20.10
Tidak Tamat Sekolah 2 1.00
7 Pekerjaan
Pelajar/Mahasiswa 17 8.80
Pegawai Swasta Tetap 14 7.20
Pegawai Swasta Kontrak 12 6.20
PNS 5 2.60
Wiraswasta 74 38.10
Pensiun 2 1.00
Lainnya 70 36.10
8 Pekerjaan Sampingan
Ada 37 19.10
Tidak ada 154 79.40
9    Pendapatan Perbulan
Dibawah Rp.1 juta 116 59.80
Rp. 1-3 juta 56 28.90
Rp. 3-5 juta 20 10.30
Diatas Rp. 5juta 2 1.00
10 Lama Tinggal
Di bawah 4 tahun 38 19.60
4-9 tahun 15 7.70
9-15 tahun 28 14.40
Diatas 15 tahun 113 58.20
11 Pengetahuan Tentang Wisatawan
Mengetahui 71 36.60
Tidak Mengetahui 122 62.90
12 Interaksi Dengan Wisatawan
Pernah 146 75.30
Tidak Pernah 48 24.70
13 Wisatawan di Pondok Cabe
Ada 43 22.20
Tidak Ada 151 77.80
14 Menyukai Keberadaan Wisatawan
Menyukai 176 90.70
Tidak Menyukai 16 8.20

Dari hasil wawancara diketahui pula bahwa responden memiliki persepsi positif mengenai pariwisata dan perencanaan serta pengembangan pariwisata di kelurahan Pondok Cabe Udik. Dari hasil wawancara, responden menyatakan bahwa dengan adanya pariwisata akan dapat menjaga kelestarian hidup lingkungan yang mereka tinggali, mereka juga menyadari bahwa budaya dan lingkungan hijau dapat menjadi daya tarik wisata yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke daerah mereka. Mereka berkeyakinan bahwa pariwisata dapat meningkatkan perekonomian, investasi, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan usaha dan perdagangan. Selain itu responden merasa pemerintah perlu melakukan perencanaan dan pengembangan pariwisata didaerah tersebut. Responden pun mau untuk terlibat dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Tabel 4.

Pendapat Masyarakat Terhadap Perencanaan & Pengembangan Pariwisata

No Variabel Rata-Rata Standar Deviasi
1 Pariwisata meningkatkan investasi 3.92 0.647
2 Pariwisata meningkatkan industri 3.82 0.658
3 Pariwisata meningkatkan ekonomi 3.63 0.758
4 Membuka peluang usaha 3.78 0.753
5 Berkenalan dengan orang baru 4.02 0.598
6 Menjaga lingkungan hidup 3.91 0.696
7 Tradisi punah karena pariwisata 2.16 1.023
8 Infrastruktur merusak lahan hijau 2.49 1.009
9 Budaya sebagai daya tarik 3.84 0.782
10 Lahan hijau sebagai daya tarik wisata 3.80 0.799
11 Perlunya peran pemerintah 4.07 0.589
12 Kesediaan terlibat dalam pengembangan pariwisata 3.62 0.869
13 Tidak perlu adanya pengembangan pariwisata 2.33 1.020
14 Masyarakat tidak perduli dengan sampah 3.84 1.232
15 Sampah dapat merusak keindahan alam 4.32 0.713
16 Perlunya pelatihan konservasi lahan 4.21 0.637
17 Perlunya pelatihan usaha ekonomi kreatif 4.16 0.614
18 Telah dilakukan sosialisasi perencanaan wisata oleh pemerintah 2.87 1.064
19 Masyarakat tidak dibatasi dalam penggunaan lahan 3.71 0.852
20 Perlu dibangun pariwisata ramah lingkungan 4.21 0.604

Keterangan: pengukuran menggunakan skala likert (1) sangat tidak setuju, (2) tidak Setuju, (3) ragu-ragu, (4) setuju, (5) sangat setuju

Pada pertanyaan terbuka di bagian ketiga, responden ditanya mengenai permasalahan pembangunan di daerah mereka. Dari jawaban responden tentang permasalahan yang paling penting yang dihadapi dalam pengembangan daerah jika disimpulkan, didapatkan sebagai berikut:

  1. Permasalahan besar, prioritas pertama adalah sampah, kedua adalah perbaikan jalan, ketiga adalah pendidikan, keempat adalah pengangguran dan kurangnya perhatian pemerintah dan kelima adalah kurangnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
  2. Dari jawaban responden masyarakat Pondok Cabe Udik setuju dan yakin bahwa dengan pengembangan pariwisata di daerah ini dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, hal ini ditunjukkan dengan mayoritas yang menjawab demikian.
  3. Harapan masyarakat terhadap pengembangan daerah adalah masyarakat menjadi lebih maju, lebih bersih, rapih dan indah, meningkatnya penghasilan, lebih aman dan tentram dan menjadi desa wisata.
  4. jenis atraksi wisata yang ingin dikembangkan di Pondok Cabe Udik adalah pertama adalah seni dan budaya (Lenong kas Betawi, dangdut, tarian), kedua adalah tempat pemancingan, ketiga adalah taman bermain, keempat adalah kolam berenang, dan lima adalah pencak silat.

3.7. Analisis SWOT

Tabel 6. Analisis SWOT

Lingkungan Internal
Kekuatan Kelemahan
  1. Dekat dengan ibu kota
  2. Lokasi yang strategis dekat dengan terminal dan lapangan udara
  3. Lingkungan yang alami dan hijau
  4. Tersedianya fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan pasar
  5. Infrastruktur yang baik
  6. Adanya sarana angkutan umum
  7. Terdapat beberapa lokasi industri
  8. Dekat dengan pusat pemerintahan daerah
  9. Tersedianya potensi wisata budaya, pendidikan,dan alam
  1. Pengelolaan sampah limbah rumah tangga dan industri
  2. Minimnya kesadaran akan kebersihan lingkungan
  3. Pendidikan yang rendah
  4. Meningkatnya jumlah populasi penduduk
  5. Berkurangnya lahan hijau
  6. Bertambahnya jumlah penduduk
  7. Tidak ditemukannya atraksi kesenian lokal dan pelestariannya
  8. Belum adanya pelestarian makanan khas lokal
  9. Belum ada fasilitas ruang publik yang memadai
Lingkungan Eksternal
Kekuatan Kelemahan
  1. Bagian dari daerah otonomi daerah yang berkembang
  2. Meningkatnya kualitas infrastruktur penghubung
  3. Stabilitas perekonomian  dan politik
  4. Meningkatnya kesejahteraan dan kemampuan dalam membeli
  5. Meningkatnya investasi perumahan dan industri di daerah tangerang selatan
  6. bagian daerah konservasi resapan air
 

  1. Kemacetan dari aksesibiltas jalan provinsi
  2. Belum adanya rencana pengembagan pariwisata
  3. Invasi developer pemukiman
  4. Kerusakan lingkungan alam menyebabkan kebanjiran
  5. Polusi dan Global Warming
  6. Pengawasan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan
  7. Faktor kepemilikan lahan oleh pihak swasta

Berdasarkan dari analisis SWOT dan interview dengan masyarakat sekitar kelurahan Pondok Cabe Udik, disimpulkan bahwa:

  1. Kelurahan Pondok Cabe merupakan kelurahan yang berkembang dan akan terus berkembang sebagai bagian kota sub-urban. Perkembangan yang terjadi adalah peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan industri. Perbaikan infrastruktur, berdirinya industri, warung makan, dan sekolah akan memacu tingkat perekonomian dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  1. Tantangan yang dihadapi Kelurahan Pondok Cabe adalah pembangunan yang ada tetap menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari daerah daerah yang merupakan tempat resapan air, Kelurahan Pondok Cabe harus menjaga kelestarian alamnya. Jumlah ruang hijau kurang dari 30% tingkat ideal ruang hijau suatu perkotaan. Dengan ekspansi jumlah pemukiman yang semakin meningkat. Oleh karena itu maka yang perlu di lakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, maka perlu:
    1. Perubahan sikap perilaku yang berwawasan lingkungan
    2. Pengelolaan Sampah Terpadu
    3. Penyediaan lahan ruang terbuka untuk masyarakat
    4. Pembuatan dan pemiliharaan ruang terbuka
  1. Potensi daya tarik budaya yang dapat ditonjolkan adalah kegiatan bercocok tanam, perkebunan, dan keanekaragaman religi. Dengan beranekaragamnya budaya ini, maka perlu:
    1. Peningkatan apresiasi terhadap keanekaragaman budaya
    2. Informasi mengenai keanekaragaman budaya melalui sarana informasi

3.8. Model Perencanaan Pariwisata

 

Terdapat 3 alternatif dalam perencanaan dan pengembangan kelurahan pondok cabe udik. Ketiga alternatif ini merupakan konsep yang bertingkat, dari tingkat yang paling sederhana yaitu Service Center Concept, kemudian yang lebih maju yaitu Eco-Cultural hingga Growth Pole.

Dengan pertimbangan analisis, observasi dan masukan dari masyarakat, maka konsep yang paling tepat untuk diterapkan adalah konsep Eco-cultural. Konsep perencanaan yang diusulkan bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan. Eco-cultural merupakan konsep pengembangan yang menggabungkan nuansa budaya dan nuansa budaya ramah lingkungan. Selain itu, konsep eco-cultural merupakan konsep yang cocok untuk diterapkan mengingat daerak kawasan Pondok Cabe Udik termasuk bagian dari Kecamatan Pamulang yang diperuntukan untuk daerah resapan air

Konsep Eco-cultural mendorong hal dibawah ini:

  1. Peningkatan kualitas sarana pelayanan untuk masyarakat dan infrastruktur namun dengan mempertahankan keindahan alam
  2. Mendorong pembangunan yang berbasis masyarakat
  3. Konservasi lingkungan dan budaya
  4. Mengundang investasi untuk usaha pariwisata

Keterangan:

  1. 1.      Kolam Pemancingan
  2. 2.      Taman Kota dan Jalur Sepeda
  3. 3.      Kebun Anggrek
  4. 4.      Sekolah Pariwisata

Atraksi Wisata:

  • Vihara Avalokitesvara
  • Rumah Ibadah Lintang Bakti

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Peta Wisata Kelurahan Pondok Cabe Udik

Konsep Eco-cultural ini telah diterapkan dibeberapa tempat, salah satunya di Indonesia adalah kota Solo. Selain itu, dinegara lain pun konsep ini diterapkan misalnya saja Belgia yang mengembangkan taman, kebun, dan hortikultura sebagai daya tarik wisata. Taman dan kebun ini dikombinasikan dengan daya tarik peninggalan budaya di promosikan sebagai daya tarik Hut, A (1999). Wallace (2004) melakukan studi tentang eco-cultural tourism di Finlandia dan menyebutkan bahwa eco-cultural tourism merupakan konsep dapat digunakan untuk pembangunan berkelanjutan untuk lingkungan budaya marjinal dan lingkungan alam yang sensitive. Selain itu, kota-kota besar pun seperti Kaohsiung di Taiwan pun menerapkan konsep eco-cultural dengan mengaplikasikan transportasi umum, bentuk bangunan, penggunaan energi, pengelolaan sampah dan tata kota yang ramah lingkungan.

  1. 4.         Kesimpulan

Dengan semakin berkembangnya kelurahan Pondok Cabe Udik seiring dengan perkembangan kota Tangerang Selatan, Kelurahan Pondok Cabe bergerak dinamis dari kelurahan yang sepi, asri dengan nuansa pedesaannya menjadi lebih ramai dan padat dengan aneka macam pusat pelayanan masyarakat, industri, transportasi dan pemukiman penduduk. Diprediksi  kelurahan Pondok Cabe Udik akan terus berkembang pesat di masa yang akan datang. Pembanguan yang pesat sering kali tidak memperhatikan pelestarian lingkungan. Untuk dapat berkembang secara berkelanjutan, maka pelestarian lingkungan perlu diperhatikan.

Adanya potensi daya tarik wisata di kelurahan Pondok Cabe memberikan nilai tambah terhadap pencitraan kelurahan sebagai tempat yang menarik dan nyaman untuk dikunjungi. Potensi daya tarik wisata yang ada saat ini sangat memiliki potensi untuk lebih dapat dikembangkan. Adapun konsep yang disarankan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan konsep yang berwawasan kepada lingkungan dan budaya (eco-cultural). Konsep eco-cultural merupakan konsep yang menjadi alternatif dalam pembangunan di beberapa tempat lainnya di dunia. Konsep tersebut diasumsikan sesuai untuk diterapkan di kelurahan Pondok Cabe Udik. Konsep eco-cultural yang dipaparkan dalam penelitian ini masih bersifat umum dan perlu pengkajian lebih dalam lagi dan di temukan relevansinya dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat serta kesesuaiannya dengan rencana pembangunan pemerintah setempat. Terakhir, tantangan dalam perencanaan kedepan adalah bagaimana melakukan kerja sama dengan para stakeholder dengan kepentingan yang berbeda.

Referensi:

Bennet, O., et al.(1999). Sustainable Tourism and Poverty Elimination Study. Deloitte and Touche. London

Hut, A. (1999) Ecocultural tourism in Belgium?Téoros, Revue de Recherche en Tourisme.Vol. 18 No. 1 pp. 52-56.

Kecamatan Pamulang. (2011). Kecamatan Pamulang Dalam Angka Tahun 2011

Marjuka, Y. (2008). Perspektif Pengelolaan Industri Pariwisata Berbasis CSR. Seminar Manajemen Industri Pariwisata Berbasis CSR. Seminar on Sustainable Tourism. Universitas Sahid

United Nation (2003). Poverty Allevation Through Sustainable Development. Economic and Social Commission For Asia and the Pacific. UN Publication. New York

Theerapuncharoen, N., Sasaki N. 2008. Participatory Action Research for Tourism Environment Development on Kho Muang Pranakhon Si Ayuthaya Province. Ann Rep. Res. Environ. Ed. Kyoto Univ. Ed. No.16, pp. 91-97

Wallace G; Russel A. (2004) Eco-cultural tourism as a means for the sustainable development of culturally marginal and environmentally sensitive. Tourist Studies. Vol. 4 No. 3 pp. 235-254

POTENSI DAYA TARIK WISATA LOKAL DI KELURAHAN PONDOK CABE UDIK

Vihara Avalokitesvara Vihara Avalokitesvara
Kolam Pemancingan Kolam Pemancingan
Kebun Anggrek Ternak Ayam Jago
About these ads